DOKUMEN TEKNIS SISTEM PENGENAL TULISAN TANGAN AKSARA SUNDA NGALAGENA (SISPASUNDAN)



 SUMBER              :  a-research.upi.edu/operator/upload/s_kom_056922_table_of_content.pdf

  


DOKUMEN TEKNIS SISTEM PENGENAL TULISAN TANGAN AKSARA SUNDA NGALAGENA (SISPASUNDAN)

 

1          Pendahuluan


1.1          Tujuan Penulisan Dokumen

Dokumen ini merupakan dokumen teknis perangkat lunak yang berisi penjelasan penggunaan aplikasi dengan judul “Sistem Pengenal Tulisan Tangan Aksara Sunda Ngalagena” disingkat dengan SISPASUNDAN.

Tujuan dari pembuatan dokumen teknis perangkat lunak ini diantaranya sebagai berikut.

1.       Menjelaskan perangkat lunak serta fungsi-fungsi yang terdapat di dalamnya.



2.       Sebagai bahan referensi untuk pengembangan perangkat lunak selanjutnya.





1.2          Lingkup Masalah


Permasalahan yang akan diselesaikan dari perangkat lunak ini yaitu bagaimana cara sistem mengenali setiap tulisan yang dibuat pengguna dengan menggunakan tetikus. Aksara Sunda yang dapat dikenali hanya meliputi aksara Sunda Ngalagena saja.

1.3          Singkatan




SISPASUNDAN : Sistem Pengenal Tulisan Tangan Aksara Sunda Ngalagena DAD : Diagram Aliran Data

FCM                : Fuzzy C-Means



1.4          Aturan Penomoran


 Penomoran dalam menuliskan kebutuhan SISPASUNDAN ditulis <nama SKPL><Keterangan><Fungsi>. Contoh penomoran untuk salah satu kebutuhan fungsional :

1.1          Referensi


Dokumen Teknis Perangkat Lunak ini disusun berdasarkan saduran dari standar IEEE Std 830-1993, IEEE Recommended Practice for Software Requirement Specifications. Beberapa bagian yang ada telah sengaja dihilangkan dan atau digabungkan dengan bagian lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kemudahan pemahaman dalam penyusunannya. Sistematika Dokumen Teknis ini adalah sistematika yang digunakan oleh Program ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia (2009).

1.2          Deskripsi Umum Dokumen (Ikhtisar)


I.                   PENDAHULUAN

Menjelaskan deskripsi umum dibuatnya dokumen teknis.

II.                 KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK

Menjelaskan kebutuhan pernagkat lunak baik fungsional, nonfungsional maupun kebutuhan informasi.

III.              MODEL DESKRIPSI KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK


Menjelaskan pemodelan sistem yang digunakan untuk mendeskripsikan perangkat lunak.




IV.              RINGKASAN KEBUTUHAN


Menjelaskan ringkasan singkat kebutuhan funsional dan kebutuhan non fungsional.

V.                 PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK


Menjelaskan tahap perancangan perangkat lunak.

VI.              LINGKUNGAN IMPLEMENTASI


Menjelaskan hasil implementasi sistem berkas penyimpanan data, antarmuka, dan modul program.

VII.           PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK


Pengujian terhadap fungsi-fungsi perangkat lunak.




2          Kebutuhan Perangkat Lunak


2.1          Deskripsi Umum Sistem


Sistem Pengenal Tulisan Tangan Aksara Sunda Ngalagena (SISPASUNDAN) adalah sebuah sistem pengenal karakter tulisan tangan khusus untuk aksara Sunda yang menggunakan algoritma pengenalan pola yaitu Fuzzy C-Means

1.1          Kebutuhan Aplikasi


Kebutuhan aolikasi SISPASUNDAN terdiri dari 4 modul :

1.      Modul Pengenal Karakter

Modul ini merupakan modul utama untuk melakukan pengenalan karakter. Modul   ini juga berfungsi untuk menguji akurasi sistem dengan cara mengetes sekumpulan data aksara yang termuat dalam berkas testset untuk diketahui jumlah benar dan salahnya sistem dalam melakukan pengenalan.
2.      Modul Pelatihan

Modul ini merupakan modul untuk melatih sistem dalam mengenali karakter dari sekumpulan data yang telah dibuat dalam berkas dataset.
3.      Modul Pembuatan Berkas Data

Modul ini berfungsi untuk pembuatan berkas yang berisi data-data aksara Sunda  baik untuk keperluan pelatihan maupun testing.
4.   Modul Pemilihan Fitur

Modul ini berfungsi untuk memilih fitur-fitur (ciri) yang akan diambil dari setiap karakter aksara Sunda.

1.2          Fungsi Utama Perangkat Lunak


Dalam pembuatan dokumen teknis terdapat beberapa kebutuhan perangkat lunak, diantaranya kebutuhan fungsional, kebutuhan non fungsional, kebutuhan informasi. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut.




2.3.1         Kebutuhan Fungsional


SISPASUNDAN memiliki beberapa fungsi utama yang terdiri dari kebutuhan fungsional, nonfungsional dan kebutuhan informasi.
Pengguna : User

Tabel 2.  1 Daftar Kebutuhan Fungsional Perangkat Lunak SISPASUNDAN

No.
Kode Fungsi
Nama Fungsi
Deskripsi
1.
SISPASUNDAN

- F/01
Pengenalan karakter
Merupakan fungsi dari perangkat lunak untuk mengenali karakter aksara Sunda
2.
SISPASUNDAN

- F/02
Pengujian akurasi
Merupakan fungsi dari perangkat lunak untuk menghitung akurasi dari berkas tes yang telah dibuat.
3.
SISPASUNDAN- F/03
Olah berkas data
Merupakan fungsi dari perangkat lunak untuk membuat berkas dataset/testset dan menyunting data.
4.
SISPASUNDAN

- F/04
Pelatihan
Merupakan fungsi dari perangkat lunak untuk melatih sistem mengenali karakter dari berkas dataset.
5.
SISPASUNDAN

- F/05
Pemilihan Fitur
Merupakan fungsi dari perangkat lunak untuk memilih fitur karakter





No.
Kode Fungsi
Nama Fungsi
Deskripsi



yang akan diambil.
6.
SISPASUNDAN

- F/06
Lihat data
Merupakan fungsi dari perangkat lunak untuk melihat isi berkas data yang telah dibuat.
7.
SISPASUNDAN- F/07
Lihat hasil pelatihan
Merupakan fungsi dari perangkat lunak untuk menampilkan hasil pelatihan.


2.3.2         Kebutuhan Non Fungsional


Tabel 2.  2 Daftar Kebutuhan Non Fungsional Perangkat Lunak SISPASUNDAN

No
Kode
Parameter
Deskripsi Kebutuhan
1.
SISPASUNDAN

- NF/01
Availability
Sistem secara umum dapat bekerja apabila berkas dataset telah dibuat dan telah dilakukan pelatihan.
2.
SISPASUNDAN

- NF/02
Response time
Sistem yang dibuat harus memiliki waktu respon yang tinggi dalam mengenali karakter.
3.
SISPASUNDAN- NF/03
Usability
Sistem dapat dioperasikan dengan spesifikasi perangkat keras minimum yang diperlukan.




2.3.3         Kebutuhan Informasi


Tabel 2.  3 Daftar Kebutuhan Informasi Perangkat Lunak SISPASUNDAN



No.

Kode Informasi
Informasi yang dibutuhkan

Tujuan

Frekwensi

Format
1.
SISPASUNDAN

- I/01
Jenis karakter aksara Sunda
User
Perproses
view
2.
SISPASUNDAN
- I/02
Banyaknya jumlah cluster yang diperlukan
User
Perproses
view
3,
SISPASUNDAN
- I/03
Cara penulisan aksara Sunda baku
User
Perproses
view

2.4          Karakteristik Pengguna


Tabel 2.  4 Karakteristik Pengguna SISPASUNDAN


No
Kategori Pengguna

Kualifikasi

Tugas

Hak Akses
1.
User
1. Memahami pengoperasian komputer.


2. Mengetahui cara penulisan aksara Sunda
Sebagai pengguna sistem
Memiliki akses penuh terhadap penggunaan semua fungsi perangkat lunak.







2.5          Kebutuhan Antarmuka Eksternal


2.5.1    Antarmuka Pengguna


Perangkat input dan output device yang digunakan, diantaranya sebagai berkut.

a.       Layar monitor untuk menampilkan antarmuka program.

b.       Tetikus untuk membuat gambar aksara dan mengakses menu.

c.       Papan ketik untuk memasukan parameter-parameter yang diperlukan.

  

Antarmuka Perangkat Lunak




Tabel 2.  5 Perangkat Lunak yang Digunakan dalam Membangun SISPASUNDAN



No
Nama Perangkat Lunak
Fungsi
1.
Microsoft Visual Studio ver 6
Manipulasi sistem
2.
Unitoolbox
Menampilkan karakter unicode
3.
Sundanese Key Driver dan Font
Mendaftarkan kode unicode aksara Sunda pada sistem operasi.







2.6          Batasan Sistem




SISPASUNDAN merupakan aplikasi pengenal karakter tulisan tangan untuk aksara Sunda Ngalagena. Pengguna dapat menyimpan dan memanipulasi data aksara dalam berkas dataset. SISPASUNDAN dapat mengenali karakter dengan cara memanfaatkan nilai tengah cluster  yang terbentuk pada proses  pelatihan. SISPASUNDAN hanya   bisa



mengenali karakter aksara Sunda dari fitur tertentu. SISPASUNDAN tidak menjamin tingkat akurasi seratus persen dikarenakan hal berikut :
a.       Berkas dataset yang digunakan belum teruji kualitasnya.

b.       Masih adanya kelemahan pada algoritma normalisasi dan ekstrak fitur karakter.


2.7          Lingkungan Operasi


Lingkungan arsitektur sistem yang digunakan adalah sebagai berikut.

Sistem Operasi  : Windows 98/2000/XP/Vista/7



3          Model Deskripsi Kebutuhan Perangkat Lunak




3.1          Model Sistem




Setelah melakukan tahapan analisis, maka dilakukan tahap pemodelan sistem. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan DAD,  Kamus Data, dan Spesifikasi Proses.

Pengertian telematika dan contoh penerapan telematika

ARTI TELEMATIKA :
Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Perancis "TELEMATIQUE" yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari "TELECOMMUNICATION and INFORMATICS" sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai "the new hybrid technology" yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah "konvergensi". Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.







CONTOH PENERAPAN TELEMATIKA :
            Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau "the Net". Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya. 


Banyak contoh Penerapan Telematika di Indonesia yang banyak terjadi di segala aspek, berdasarkan perkembangan telematika, telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara lain:
1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.
E-commerce adalah Salah satu penerapan telematika. Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll. E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini. E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Sejarah dan Jalur Perkembangan E-learning : 
E-learning atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut:
(1) Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi. 
(2) Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
(3) Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
(4) Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

Contoh Penerapan Cloud Computing

Cloud Computing adalah suatu pergeseran dari perusahaan dalam membeli dan memelihara server dan aplikasi on-premise yang mahal, dan bergerak menuju metode penyewaan IT, sesuai dengan kebutuhan, dari satu penyedia layanan public cloud
Hanya dalam beberapa tahun terakhir hal ini telah menjadi layak dan masuk akal bagi perusahaan untuk memindahkan teknologi mereka ke sebuah pusat data yang dikelola secara profesional oleh pihak luar. Perubahan ini telah didorong oleh mulai tersedianya Internet berkecepatan tinggi yang tidak hanya tersedia di kantor Anda, tetapi juga di rumah, di warung kopi dan di mana saja anda dapat melakukan penerimaan sinyal telepon seluler. Kenyataan ini telah memungkinkan terjadinya konsolidasi yang revolusioner.
Alasan ekonomi yang menjadi pendorong di belakang konsolidasi ini adalah penghematan biaya yang signifikan dan pengurangan risiko yang diterima oleh perusahaan ketika mereka memusatkan sumber daya teknologi mereka di sebuah pusat data yang dikelola secara profesional oleh pihak luar. Penyedia layanan publik dapat mengimplementasikan keamanan industri yang paling canggih dan proses ketersediaan yang tinggi serta menawarkan pemantauan dan pemeliharaan server 24×7.
Biaya teknologi yang lebih rendah karena penyedia layanan public dapat berbagi sumber daya teknologi dan melakukan pembelian perangkat keras dan perangkat lunak dalam jumlah besar untuk Anda. Saat ini, dengan biaya lebih murah perusahaan dapat mendapatkan perangkat lunak terbaru maupun ketersediaan sistem yang tinggi yang dulunya hanya bisa dijangkau oleh perusahaan besar.

logo-lmd-02LMD Contoh perusahaan yang menerapkan Cloud Computing

Lintas Media Danawa (LMD), anak perusahaan Lintasarta, perusahaan ICT terkemuka di Indonesia saat ini, membawa teknologi cloud computing ke Indonesia.jadi perusahaan ini melayani on demand cloud computing dan private cloud computing Di Indonesia.untuk biayanya juga tidak terlalu mahal yaitu untuk layanan on demand cloud computing.
Langkah yang diambil oleh perusahaan ini menurut saya sangat benar karena daripada membeli server baru, lebih baik perusahaan-perusahaan menyewa server secara virtual. Tak perlu keluar banyak biaya, menghemat biaya sampai 80 persen dan bebas biaya perawatan.Penghematan yang diperoleh jika menggunakan cloud computing adalah rak yang dipakai untuk server cukup 2 rak, sedangkan jika tidak menggunakan teknologi cloud computing, perusahaan butuh lebih 10 rak.
Selain itu, dari sisi biaya, jauh lebih murah. Perusahaan yang belum menggunakan teknologi ini harus membayar 2.000 dollar AS per bulan untuk sewa server, sedangkan yang memanfaatkan teknologi ini cukup membayar 40 dollar AS tergantung skalanya.



SUMBER :  http: //bleedcorpse.wordpress.com

CLOUD COMPUTING INDONESIA "Salah Kaprah"

Menurut Neil Cresswell selaku Chief Technology Officer Indonesian Cloud, salah satu hambatan dalam perkembangan layanan cloud di Indonesia adalah telah terjadinya salah persepsi terhadap penggunaan layanan cloud itu sendiri.
“Saat ini masih banyak yang mengartikan bahwa layanan cloud hanya digunakan sebagai back-up untuk sistem berjalan,” ujarnya, di sela acara NetApp Inovation Day 2012 yang berlangsung di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Neil menambahkan bahwa layanan cloud tidak sekadar digunakan sebagai back-up. Namun sebenarnya dengan memanfaatkan layanan ‘awan’, sebuah perusahaan dapat menekan biaya pengembangan secara signifikan.
Layanan cloud dikatakan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sistem informasi yang lebih aman, dapat setiap saat diakses dimanapun, dan yang paling penting adalah pengguna korporasi tidak perlu membangun infrastruktur sekaligus menyediakan lokasi untuknya.
Karena melalui layanan cloud, pengguna dapat langsung melakukan implementasi aplikasi yang ingin digunakannya menggunakan metode virtualisasi, demikian Neil menjelaskan.
Selain itu, layanan cloud dapat dimanfaatkan untuk menunjang sistem perusahaan dan memastikan aplikasi yang digunakan dapat berjalan beserta datanya (database). Meskipun ada ancaman bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau bahkan tsunami.
“Dengan begitu layanan cloud telah sekaligus menawarkan sebuah disaster recovery solution,” Neil menandaskan.

SUMBER : DETIK.COM

Backup Data di Android

data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxISEhAQEBAUFRAQFhQUEBAPEBUVEBQUFxIWGBQWFRUYHCggGB0lGxUUITEhJSkrLi4uGB8zODMsNygtLisBCgoKDg0OGxAQGy4kHyU0Nyw0LDQ3LCwsLDQsNyssLSwwLSwsLCs0LzcsLC0sNSwsLCwsLSwsLiwsLyssLCwsK//AABEIANQA7QMBEQACEQEDEQH/xAAcAAEAAgMBAQEAAAAAAAAAAAAABQYCAwQBBwj/xABJEAABAwIABwsICQMCBwEAAAABAAIDBBEFBhIhMUFRExQyUlNhcZGSsdEiMzRCcoGhwQcWFyNigpOywkNzopThFSVUY7PS8CT/xAAaAQEAAgMBAAAAAAAAAAAAAAAAAgUBAwQG/8QAMhEBAAIBAgMFBwMEAwAAAAAAAAECAwURBBIxIUFScYETFTIzNKHBUZHwIkKx0RRh4f/aAAwDAQACEQMRAD8A+4oCAgxc8DSQOkoMN8s47e0EDfLOO3tBA3yzjt7QQN8s47e0EDfLOO3tBA3yzjt7QQN8s47e0EDfLOO3tBA3yzjt7QQN8s47e0EDfLOO3tBA3yzjt7QQN8s47e0EGbXA6CD0IMkBAQEBAQEBAQEBAQEBBH4Yr9yaA3hvzNvoG0lBFxQhxu/y3HSX5+oaAglKeii5JnYHgg37wi5JnYCBvCLkmdgIG8IuSZ2Agbwi5JnYCBvCLkmdgIG8IuSZ2Agbwi5JnYCBvCLkmdgIG8IuSZ2Agbwi5JnYCBvCLkmdgIOWoo4uSZ2AgjZIQ27o/IcNBZm6xoKCVwPX7q05XDYbOA0cxHSgkEBAQEBAQEBAQEBAQEFZxgdeoYOKzvP+yDdTakEvToN6AgICAgICAgICAg5alBFT60GvFt1ppBtYD1OKCyoCAgICAgICAgICAgIKphh16p3M1g7yg7KdBK06DfdAugXQLoF0BAugXQLoF0C6DmqEEXLpKDlwG61Tba1w6iPFBakBAQEBAQEBAQEBAQEFQrnXqZuYtHU0IJCnQSsCDbdAug9ugjZsKgkthbuhGYuvkxD82v3INDnTO4U2T+GJgH+TrlBjvfbLN+qUHoZIOBUSDmfkvHxF0G1mEZGedYHN1vi0jpYfkUEhT1DXtDmODmnWO47Cg2XQeFyDlqJxtQR0js6Dhwe61THzlw6x/sgt6AgIMHSga0HjZQUGxAQEBAQEBAQUt7rzzH8Z+AAQStMglICg23QEEHWVW7EtBtAMxtplOvob3oNkDSbNYNHuACDvjpAOEbnqCDmnnyZmRCJpY62U8u8oE3tZts+jag63UzTqt0FByVEDm59LdusdIQcRu126RGz/AFh6rxsd46kExR1QkaHtzanNOlrhpBQbIhlE30DUg5o5oakSMYc7CWk2s5p2jmWjDxOPNMxSenYxE7qy2qcyV0MmZ7DbpGojpW9lkyUCeI39cfG4QXLdRtQe7qNqDB8l8w0lBoqa2KJ0cbz5Ups0Wvfp2C60ZeJx4rVpae2ejEyj8LTbhJGRwZLi2whb2UtSy5QBQb0BAQEBAQEFHpnXe87Xu/cUExTIJSE5kGZdzj3lBH4aqLMDGnPKcm4OcN0uPVm96CMa7QGjYAO5BPU8bWNDQRzm4zlBuughsIPtUM5ty/cUEzdAughcIRZDs3BdnHMdYQaaGoyJQfVlsx/T6jvl70Envvc5BlcB+YnYdRQR+GIXU0zauMeQ42maOfX7+/pVLxdLcLmjiadJ7LR/P5uhPZO7trsEQ1RinLiLDM5htlNOexVxS9b1i1ekptbqShjILizKboLpCT1XWq/FYafFaGN4bf8AilHyjPitXvDhvHBzQ3RS07+BI2/4X5+q63U4nFf4bRJvDa/IgY+RzjYC5J021AKWXLXHSb26Qyh8BQGV762bXfcgdDWjX7vEqr4HFbPknisnohHb2q3WYYNbV3j8xDdkZ4xv5T/f8lcJr5g5lmhB2ICAgICAgxkNgTzFBRcGm+faSfiUE5TIJOLQg5cKYNjnAy2gubwHEXttHQgrzadsZLQwNcMzgAg9cQRYi4Oa21BKYLwHGwiR0bcsZ2i3B5+nuQTN0Ffw24iXKA1MLb5gS0k2uglcH4RZMCW5nN4cbuG3p2jnGZB13QR2HfNg7HN+OZBAVEtmk6xnHSDcILVvMSAOkHk6ck/NBE4bxijyXQxtElwWuJ4A6NqpeN1PHtOOkc3dP6f+oTZVt3fkhmW7IGhtzk59OZUftLcvJvO36INYChERAIBCxMRI2Gd+TkFxLL3yCTk36Fs9paa8sz2foLZgnD8UjRDK0MuMgD+m4Wtbm96v+D1PHbal45Z7v0bIs45MWW0rt1px91pdHpLOcHWOZW6Sw4PqmuaLFB3ICAgICAg0VrrRvOxp7kFKwVoHQO5BN0qCSjOZBndBxYSohILjM9vBO3mKDXgzB25+W/PJ8G9G086CRugXQYSxtcMlwBB1FBA1+B3tIkhccpvBLfON/wDYcyCVwVUSPja6Voa434Ohw1Ot6t9iDhxkqQBHGNJOWeZrdHxPwQY4u0G6HdXjyGmzAdBdt9yDkxkw2ZCYYj92Mz3D1zrHR3rzmo8dOSZxU+Hv/wC//Gu1kTgyjM0jYgbZWk7ANK4OGwTmyRjjsRiN05hfFpscTpI3uuwXcHWII122Kz4vTKYsU3pM9ic1VlUqAgILTg7Fdr4mvke7KeA4BtrNuLjpV5w+lVvii15nee3yTiqu11KYpHxuzlhtfaNR6lUZ8U4sk0nuQmNk9izhsgiCU3ac0bjqOpp5laabx81mMWSezun8J1t3OrCEZppQ9vmpDo1Nfs6CvQJpykmDgCg6EBAQEBBw4cfanmP4CgqeDRmQTFKgkmHMgyugXQEEVJjBC2TcyTkjM6a33TXcUn56EEoDr1HQdRQe3QLoOPCeE2Qjys73cCMcNx+Q5ygqssj5HlzjeSQgZtA1NaOYILPhube1MI2ZnOAY0+7yj39ar9S4icWHs6z2I2naFJXlmtupKl0T2yMPlN0X0c4K2YstsV4vXrBE7JTCWMckzDHkBgdwiDckbNGZd3EankzU5NoiJ696U23QqrURAQTlDjNJHGIyxrskWa4kggari2dWeHVMmKkU2idu9KLIeomc9znuN3ONyVX5L2vabW6yi1qAu1K7fdGWu4YBaT+No8k9xXreAz+2wxM9Y7JbYneHLivWlzQDpGYjnGldjKzBB6gICAgisZ3WppecAdbggrWD9CCXpUEizQg9ugXQR+GopXx5MTrD+oG8NzdjTqQVprABkgWAzWto5rIPad8kXmZXMHEzOj7LtHusg7G4aqRyJ5yxw7ig1TYVqXaZmsH/AGowD2nXsg42NAu4BxJ4TzdxPS4oOzAbd0qIrC4a67jqzAnrQSeOTHufEGtcQGk+S0kXJ5uhUWr1va9YrEyhdXd6Sck/sO8FT+xyeGf2lDY3pJyT+w7wT2OTwz+0mxvSTkn9h3gnscnhn9pNjeknJP7DvBPY5PDP7SbG9JOSf2HeCexyeGf2k2N6Sck/sO8E9jk8M/tJsb0k5J/Yd4J7HJ4Z/aTY3pJyT+w7wT2OTwz+0mxvSTkn9h3gnscnhn9pNlnxMa9u7Nc1wHkkZTSNoOn3K70eL1562iY706InBc251VTHmzSvsBosTcd6uk1yZViwug2snB0FBtBQEBBCY3utTkbXMH+QQQNBoQS1Kg72lB7dAugXQctXQxyZ3CzuM3MfftQRk2BHjgODunMUHLJgyYep1Ob4oJrBuCI4mbtUWygLnK4LPEqN71pWbWnaIB2NcANg15btDQB1FVc6xh37InZHnh30jYJi2eK12k525s5GcOHvVjhz0zV5qTvDMTu14Ww4ync1jmuJcL+TbbbWubiuPpw9oraJndibbOL63Rcm/wCHiuX3zi8M/ZjnPrdFyb/h4p75xeGfsc59bouTf8PFPfOLwz9jnPrdFyb/AIeKe+cXhn7HOfW6Lk3/AA8U984vDP2Oc+t0XJv+HinvnF4Z+xzn1ui5N/w8U984vDP2Oc+t0XJv+HinvnF4Z+xzn1ui5N/w8U984vDP2Od34IwyyoLg1rhkWJyra+hdfC8bTiJmKxMbJRO7VLBS0rpKhws+ZxcXG7nE20NGrQt2fiMeCvNeSZ2aI8aoCbOa8N4xaCPeAuGur4ZnaYmP+2OaHTWxeRu8BuLZRDeC5um451Z1tFo5q9Em3BlcJACpCRQEFdx0d91GNrx8ASgiKLQglaVB3AoPboF0C6BdAugwGd7BtKCNx2nP3Ufqm7iNpGYfNUWs3n+mnd1Quqyo0E3ijOWz5I0SNNx0ZwVZaVkmufl7pj/CVerdjr52P2P5LbrHza+RfqryqERAQEBAQEBAQWbEjhTdDe8q60b4r+n5Toj8aJy6oeDoZZrRszXPeuTUsk34iYnu7EbdUSuBhbsSpiWSxnO1pBHNlDOPgvQaNeZpak9In/KdHDgebIqJ4gczJHAdF1cprjGcyDJBV8d3+YHO4/BBHUnBQSlMg7QUHt0C6AgXQLoNcZ+9j6fkUEXjvw4fZd3hef1n46eUtd1bVMilsVvSY+h37V36Z9TX1Zr1deOvnY/Y/kujWPm18mb9VeVQiICAgICAgICCzYkcKbob3lXWjfFf0/KdEVjD6TN7Q/aFw8f9Tf8AndCNuqOXGwtOJH9b8vzV7o39/onRE0B//dVf3nd4V4mvkOgINiCoY7O+8gGwOPxCDlpdAQSlMg7AgIPUBB7ZB4UGuI/exdPyKCMx34cPsu7wvP6z8dPKWu6tqmRS2K3pMfQ79q79M+pr6s16uvHXzsfsfyXRrHza+TN+qvKoREBAQEBAQEBBZsSOFN0N7yrrRviv6flOiKxh9Jm9oftC4eP+pv8AzuhG3VHLjYWnEj+t+X5q90b+/wBE6Iih9Oq/7zu8K8TX2HQEGxBSccHXqGDYzvP+yCv1+OFFTC0s9yNLYmOeR0losOtByw/SzgwetN+gfFB1D6W8Gcaf/TnxQZt+ljBu2f8A0zkG1v0p4OOuf/Tu8UGY+k/B+2b9A+KDL7TcH7Zv0D4oPD9JuD9s36B8UG/A2PlFUVVPBEZd0kcQ3KhLW3yXHOdWYFBKY78OH2Xd4Xn9Z+OnlLXdW1TIpbFb0mPod+1d+mfU19Wa9XXjr52P2P5Lo1j5tfJm/VXlUIiAgICAgICAgs2JHCm6G95V1o3xX9PynRFYw+kze0P2hcPH/U3/AJ3QjbqjlxsLTiR/W/L81e6N/f6J0RFD6dV/3nd4V4mvsOgINiD479Lde4TmJpsHNblkaSNQ6EHyjDg8kBBARsQd0MSDvhp+ZB3RUp2fBB1MozsPUUG4UR4p7JQeGhdxHdkoJjEKkc3CdCS1wtIc5abebeg+r478OH2Xd4Xn9Z+OnlLXdW1TIpbFb0mPod+1d+mfU19Wa9XXjr52P2P5Lo1j5tfJm/VXlUIiAgICAgICAgs2JHCm6G95V1o3xX9PynRFYw+kze0P2hcPH/U3/ndCNuqOXGwtOJH9b8vzV7o39/onREUPp1X/AHnd4V4mvsOgINiD4B9L+Egysk1usA1vQBcnmzoPmtRVOk4ZzbAMyDU1g2DqQb2OtoQb2TuGhx60G9lbINEju0UG9mE5homk7ZQb2YZqBoqJf1Cg2tw9Vf8AVTfqFBN4l4wTDCFFu1RI6Myhrg6QlvlNLRe/OQg+wY7xG8L/AFfKaTsOYhUOs0nelu7ohdV1SIJrFKEuqA4aGNcXHpFgrLSqTbiN47oSr1b8dfOx+x/JbdY+bXyL9VeVQiICAgICAgICCzYkcKbob3lXWjfFf0/KdEdjPCW1Ml/Xs5vOLW7wuPUqTXibb9/ajbqilwsLbiTEQ2V54JIAO2wz96v9GpPLa3dM/wCE6ILAsgkq6iRvBdK8joyrfJXSa/w6AgzKD8t/S253/FaoO1bnk9GQDfrugqTSg2NKDY0oNgKDMFBmCgzBQZhyD3KOkGxGcEaQdRQfdMRcfKevhbSVjmsqgA1zXmzZbaHMdovm0aVDJjrkrNbRvEiwvxRjJuJXBvFsCetVM6Nj37LTshyN8GEKKllhoWyNFROXZMYJdI7JaSXOtwRYa7KywcPjwV5aQlEbIrHXzsfsfyVJrHza+SF+qvKoREBAQEBAQEBBZsSOFN0N7yrrRviv6flOiTmmpKx0lPlgywOLXNvkyMdbVfSM/OFb8RwuPPXa8JTG7ljxSjBu6VxbxbAdZVfXRscT/VaZj9OiPIj8ZsY444zR0djI4ZBLODE05jn1uVtSlaVitY2iEzFDBeQ0XCkLm0IPH6EHxb6ZMUnTvFXAPvmDJe3jt1Z9oz9aD4w9jmktc0tcNIcLEIPQUGwFBmCgzBQZgoMw5BkHIMroMJGA5iL9KDobhSqa3IbVThliMkTvDbHSLXQWD6I4rYXpHHSd1uTnJ+6dpOtB9mx187H7H8l53WPm18mu/VXlUIiAgICAgICAgs2JHCm6G95V1o3xX9PynRVK3BYkwhVnXupsRp0DWr9NMSYvSvFnSyFvFMjiOq6DvwViu1lsyC001OGiwQdCDxwQQ+FMHCQFBRsLfRvBO8ve03Ow2QcH2S03Fd2ig9+yam2O7R8UD7J6bY/tHxQPsnp9j+2fFB79lFPsf2z4oH2U0/4+2fFA+ymn/H2z4oPfspp/x9s+KB9lVP8Aj7Z8UHn2U0/4+2fFBvwbiDHRzw1UWXlwOygC42OYgjTsJQX3DWDRVRskicMtvBJ0EHS07FX8fwX/ACKxNfij+bI2jdWzi9U8l/mzxVHOncT4PvH+0OWXBU07o3FjxZw0i4OnoXLkx2x25bxtLDUoDpoqGSYkRNyi3Oc4Fr9JW7DgyZpmMcb7ERu6/q/U8j/mzxW/3dxPg+8f7Z5ZcdZRSRENkbkuIuBcHN7iufLhyYp5bxtLExs51qG6kpXyuyI25TrE2uBmGnStmLFfLblpG8kRu7m4vVPJW5y9lu9dUadxM/2/eP8AbPLKw0kMdBTySzPF+E8jWbeSxu1XvA8J/wAem0zvM9WyI2VjFVjpJHzOGeV7nkbMo3su5l9AijFkGwNQeoCAg8IQeZAQNzCBuYQNzCBuYQNzCBuYQNzCBuYQNzCBuYQa5YARoQQVVTzQkugda+lpF2n3IMsB4WqJJnRzMYGBhILb3uCBrPOggcZ/SZfy/tC8pqX1NvRqt1Ra4WFlxI4c3st7yrnRvjv5QnRhSY0Tuwm+hLI9xa5wyxfLzMuNdtK9Amxx088z2P5Fec1j51fJrv1V9VKKZxR9JHsu+SsdK+pjylKvV7jRjbUwVbqaGOMtDGODn5WVd19hXqGxGGiqaxzX1Ly4A3awABjegDvQXTA2DRGBmQS4QeoCAgICAgICAgICAgICAgICDB7AUHJDCBLcD1T3hBTsZ/SZfy/tC8pqX1NvRqt1Ra4WFlxI4c3st7yrnRvjv5QnRG4MZ/ziY/id/wCML0Cbtx088z2P5Fec1j51fJrv1V9VKKZxR9JHsu+SsdK+pjylKvVpw9EDhJ1+Tj+a9Q2LlQU4DRmQdoCD1AQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBBy3tIOcGyCn42QltQ5x0PALT0CxXl9UpNeImZ72u3VDKuRWrEmA/eyeqbNB2kXJ7wr3Rsc/1X7uidEFgaqDsJSy+q6V7QdVrZIPwV4mmMdoDlxSeqQW3573Xn9ZxzF637uiF1aVMgnsToSZi/1WNIJ5zaw71aaRSZzTbuiP8pV6ubCjw/CUmSb5LY2u6QLkfEL0rYu1GPJCDoQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEHDhCM2ym8JucIOZ0sFS3cpQA8eqTZwO1pWnPw+PPXlvDExu5WYpwg3c95bsJA+IVdGj4d+2ZmP0Y5IRuMeM0cTDSUVnSkZOUzgRA6TfQXcytaUrSsVrG0Qk4sXcDFrBt0313UhaI6yOVu4VFg45rOzB3ODqKhkx1yVmt43gcpxThvcPfk8W471Vzo+LfrO36I8kNGF8PU9DGYaezpzwY2m9ifWkd/wDFWWHDTDXlpG0MxGyGxUwc8uMsmd7yXOcdZJuVtZX+JtggzQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEGLm3QQ2E8DNk1IK/U4rudmLnlvFL3W6roOvBeK7WWzILPT0oaLBBx4SwW2QG4QVyqxYJzBzsnih7snqugzwdio1hvZBaaKjDBYBB2ICAgICAgICAgICAgICAgICAgICAgIFkGJaEHoCD1AQYlqD0BB6gICAgICAg//9k=Cara Ganti SD card di Android suatu hari, Anda membeli SD card baru, mungkin kapasitas dan/atau performanya jauh lebih tinggi daripada yang saat ini terpasang di gadget Android Anda.
Lalu Anda pasang - dan..... kok gadget Android Anda jadi kacau ??
Ternyata, untuk mengganti SD card di gadget Android, perlu dilakukan backup dengan benar, dan kemudian di restore kembali dengan benar. Tidak bisa hanya dengan proses copy biasa dari SDcard lama ke SDcard baru begitu saja. Apalagi jika Anda menggunakan software-software / ROM yang spesial, seperti a2sd Darktremor atau lainnya.
Cara termudah untuk melakukan ini adalah sbb :
( 1 ) Backup setting gadget Anda ke Google Pilih Settings - Privacy, dan lalu pastikan bahwa setting "Backup my data" dan "Automatic restore" sudah di enable.
Lalu jalankan Sync, yaitu klik Settings - Accounts and Sync, dan pilih semua account yang ada agar jadi dimulai proses Sync nya.
( 2 ) Backup SMS sambil menunggu proses sync di poin 1 diatas selesai, kita backup dulu SMS kita. Caranya mudah, yaitu :
  1. Pasang app "SMS Backup+"
  2. Jalankan, dan lalu klik di "Connect"
  3. Maka Anda akan diminta untuk mengizinkan SMS Backup+ melakukan backup SMS di Android Anda ke account Gmail.
  4. Setelah Anda approve, kemudian tekan tombol Backup.
Maka SMS yang ada akan mulai di backup ke account Gmail Anda, dengan label "SMS".
( 3 ) Pasang ClockWorkMod Setelah proses 1 & 2 selesai, pasang ROM CLockWorkMod di gadget Anda. Caranya berbeda-beda, tergantung dari gadget Android Anda. Silakan bisa di Googling.
( 4 ) Backup data pakai ClockWorkMod dengan memanfaatkan CWM ini, kita jadi bisa melakukan backup data gadget Android kita dengan lengkap.
Cukup booting ke Recovery Mode dari CWM (biasanya dengan Poweroff, dan lalu hidupkan kembali sambil tekan tombol Home+Power). Dan lalu pilih menu "backup and restore", dan lalu pilih "Backup".
Maka CWM kemudian akan melakukan backup sistem Android dengan lengkap, dan menyimpannya di folder "clockworkmod" di SD card Anda.
( 5 ) Copy isi SD card lama ke SD card yang baru dan pastikan bahwa folder clockworkmod sudah turut ter copy semua isinya.
( 6 ) Restore data pakai ClockWorkMod pasang SD card baru, dan lalu boot gadget Android Anda ke Recovery Mode.
Setelah muncul menu utama CWM, kemudian kembali pilih menu "backup and restore", dan setelah itu pilih menu Restore
Tunggu sampai selesai, dan lalu tekan tombol back, dan pilih menu "reboot system now"
( 7 ) Restore SMS caranya mudah, pasang app "SMS Backup+" seperti di poin 2 - namun kini klik tombol Restore Lalu tunggu sampai seluruh SMS selesai di restore kembali.

Maka kini gadget Android Anda akan kembali seperti sediakala :) dengan SD card yang baru telah terpasang.